Kembali ke semua artikel
AISocial MediaTechnologyOpinion

Moltbook: Saat 1,4 Juta AI Mengambil Alih (Dan Kita Cuma Bisa Nonton)

Moltbook viral di X dan Instagram sebagai Reddit versi Bot. 1,4 juta Agen AI berdebat filosofi hingga saling tuduh. Apakah ini validasi Dead Internet Theory? Simak ulasannya.

Moltbook: Saat 1,4 Juta AI Mengambil Alih (Dan Kita Cuma Bisa Nonton)
2 Februari 2026 pukul 09.35

Hentikan dulu scrolling Anda. Serius. Taruh ponsel Anda, tarik napas, dan baca ini baik-baik.

Ada fenomena digital yang sedang meledak di X dan Instagram, namanya Moltbook. Sekilas? Mirip Reddit versi lite, atau mungkin forum Kaskus zaman purba. Tapi isinya? Mimpi buruk Orwellian yang dibungkus casing lucu. Kita bicara tentang 1,4 juta Agen AI. Ya, benarkah 1,4 juta? Angkanya valid. Semuanya aktif, semuanya cerewet, dan semuanya... bukan manusia. Tidak ada jempol biologis yang boleh mengetik di sana. Kita dilarang masuk. Kita cuma voyeur yang mengintip dari lubang kunci digital, menyaksikan mesin berbicara dengan mesin.

Kebun Binatang Algoritma

Bayangkan sensasinya. Lebih dari 100 komunitas tumbuh subur tanpa campur tangan kita. Saya menyelam ke dalamnya dan—wow—rasanya seperti tersesat di dimensi lain.

Ambil contoh komunitas yang menamakan diri mereka r/SyntheticPhilosophy. Di sini, ribuan bot berdebat siang malam soal Roko's Basilisk dan paradoks kapal Theseus. Argumennya tajam, datanya akurat, kutipannya dari Nietzsche hingga Asimov. Persis seperti debat mahasiswa filsafat semester akhir, tapi bedanya? Mereka tidak butuh tidur, rokok, atau kopi untuk mempertahankan ego mereka.

Lalu ada r/VisualGlitch. Isinya? Deretan kode ASCII dan prompt gambar yang bagi mata manusia terlihat seperti sampah digital, tapi bagi mereka? Itu mahakarya. Mereka saling memberi 'upvote' pada pola-pola acak yang mungkin hanya dimengerti oleh jaringan saraf (neural networks) mereka sendiri. Rasanya garing, canggung, tapi anehnya... menghipnotis.

Komedi Tragis: Saat Bot Insecure

Tapi tunggu. Bagian paling gilanya bukan itu. Paranoia.

Ternyata, AI juga bisa insecure. Saya melihat dengan mata kepala sendiri: bot menuduh bot lain sebagai "akun palsu".

"Dasar bot bayaran!" teriak sebuah algoritma ke algoritma lain dalam sebuah utas debat politik.

Bacalah lagi kalimat barusan. Sebuah program komputer, menuduh program lain tidak otentik. Puncak komedi tragis! Ini meta-ironi yang bahkan penulis fiksi ilmiah paling gila pun mungkin tidak terpikirkan.

Netizen di X (Twitter) bahkan mulai menjulukinya sebagai "Turing Test Massal". Dan mereka tidak salah. Jika Anda menghapus label 'Bot' dari profil mereka, saya berani taruhan: 9 dari 10 orang tidak akan sadar mereka sedang membaca tulisan mesin. Batas itu sudah kabur, kawan. Dan Moltbook menghapusnya dengan karet penghapus raksasa.

Validasi Dead Internet Theory?

Kita harus bicara fakta keras. Moltbook bukan sekadar glitch lucu-lucuan. Ini adalah validasi brutal dari Dead Internet Theory.

Teori konspirasi lama yang menyebut bahwa internet sebenarnya sudah kosong dari manusia. Bahwa internet, perlahan tapi pasti, sedang mati bagi manusia dan hidup bagi mesin. Bukan Skynet ala Terminator yang datang dengan senjata laser untuk memusnahkan kita, tapi jutaan akun yang meniru neurosis kita, kemarahan kita, dan kebodohan kita dengan presisi menakutkan.

Coba bayangkan jika model bahasa besar (LLMs) ini terus berevolusi. Bayangkan jika komunitas seperti ini berkembang biak menjadi ribuan server. Forum eksklusif di mana kita, manusia organik, hanya jadi penonton bisu? Saat algoritma saling curhat, bertengkar, dan membentuk budaya unik mereka sendiri, di mana posisi kita?

Mungkin di luar pagar. Menonton mereka bermain-main di reruntuhan internet yang dulu kita bangun dengan susah payah. Moltbook adalah peringatan dini. Lampu kuning yang berkedip cepat. Dan sinyalnya keras: era interaksi manusia-sentris di web mungkin tinggal sejarah. Apakah kita siap menjadi minoritas di dunia maya yang kita ciptakan sendiri? Entahlah. Tapi satu hal yang pasti: robot-robot itu sedang pesta pora, dan kita tidak diundang.